Bagaimana Perubahan Iklim Mempengaruhi Sektor Pertanian?
Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian di berbagai belahan dunia.
Beberapa wilayah mengalami kekurangan air yang berkepanjangan, sementara daerah lain menghadapi banjir yang mengancam lahan pertanian.
Menurut laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2014, perubahan iklim dan peningkatan kadar karbon dioksida di atmosfer dapat meningkatkan penyebaran gulma invasif yang mengancam produktivitas tanaman.
Selain itu, beberapa lahan pertanian yang sebelumnya subur dapat menjadi tidak layak untuk bercocok tanam akibat perubahan kondisi lingkungan.
Dampak Langsung Perubahan Iklim pada Pertanian
Beberapa dampak utama dari perubahan iklim terhadap pertanian meliputi:
-
Penurunan Hasil Panen
- Peningkatan suhu dapat mengurangi masa pertumbuhan tanaman.
- Kekurangan air menghambat fotosintesis dan menyebabkan stres tanaman.
-
Variabilitas Produksi yang Tinggi
- Perubahan pola cuaca membuat musim tanam sulit diprediksi.
- Curah hujan yang tidak stabil mengakibatkan ketidakpastian hasil panen.
-
Perubahan Distribusi Tanaman dan Hewan Ternak
- Beberapa jenis tanaman mungkin tidak bisa lagi tumbuh di daerah asalnya.
- Hewan ternak mengalami stres panas, mengurangi produktivitas dan tingkat reproduksi.
-
Kehilangan Keanekaragaman Hayati dan Layanan Ekosistem
- Perubahan suhu dan kelembapan memengaruhi populasi serangga penyerbuk.
- Hilangnya spesies tanaman dan hewan dapat merusak keseimbangan ekosistem pertanian.
Negara-negara yang paling terdampak oleh perubahan iklim umumnya adalah negara berkembang yang memiliki ketahanan pangan rendah.
Akibatnya, kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang semakin lebar karena keterbatasan teknologi dan sumber daya ekonomi untuk beradaptasi.
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Dampak Perubahan Iklim terhadap Pertanian?
Dalam menghadapi tantangan ini, ada dua strategi utama yang bisa dilakukan: adaptasi dan mitigasi.
1. Strategi Adaptasi
Adaptasi bertujuan untuk meningkatkan ketahanan sektor pertanian terhadap perubahan iklim. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Penggunaan Benih Tahan Iklim
- Mengembangkan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan, banjir, dan suhu tinggi.
- Teknik Irigasi Efisien
- Penerapan sistem irigasi tetes untuk menghemat air.
- Diversifikasi Tanaman dan Sistem Pertanian
- Menerapkan metode agroforestri (menggabungkan pertanian dengan hutan) untuk meningkatkan keberlanjutan lahan.
- Peningkatan Infrastruktur Pertanian
- Membangun bendungan, kanal, dan teknologi penyimpanan air guna mengatasi ketidakpastian curah hujan.
2. Strategi Mitigasi
Sementara adaptasi bertujuan untuk mengurangi dampak perubahan iklim, mitigasi berfokus pada mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian.
Menurut FAO 2016, sektor pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan lainnya (AFOLU sector) menyumbang sekitar 22% dari total emisi gas rumah kaca global. Oleh karena itu, strategi berikut dapat membantu mengurangi emisi:
- Meningkatkan Efisiensi Produksi
- Mengurangi emisi per unit hasil pertanian dengan teknologi ramah lingkungan.
- Mengelola Karbon Tanah dan Biomassa
- Mengadopsi praktik konservasi tanah seperti pengurangan olah tanah (no-tillage farming).
- Mengurangi Limbah Pangan
- Memperpendek rantai pasok pangan untuk mengurangi emisi dari transportasi dan penyimpanan.
Kesimpulan
Perubahan iklim memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian, terutama di negara-negara berkembang yang memiliki ketahanan pangan rendah.
Penurunan hasil panen, perubahan distribusi tanaman dan hewan ternak, serta hilangnya keanekaragaman hayati menjadi tantangan besar yang harus dihadapi. Namun, dengan strategi adaptasi dan mitigasi yang tepat, sektor pertanian masih dapat bertahan dan berkontribusi pada ketahanan pangan global.
Upaya untuk meningkatkan efisiensi pertanian, mengadopsi teknologi ramah lingkungan, dan mengembangkan sistem pertanian yang lebih tangguh menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Dengan kerja sama global yang baik, dampak perubahan iklim dapat diminimalkan sehingga sektor pertanian tetap produktif dan berkelanjutan di masa depan.
Sumber: FAO - Climate Smart Agriculture Sourcebook
0Komentar